Free Joomla Templates

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN J.CO DONUTS DI JAKARTA

PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 13
TerjelekTerbaik 
There are no translations available.

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN

DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN J.CO DONUTS

DI JAKARTA BARAT

Oleh :

  1. Herlley Brigays (2009-11-029)
  2. Mudjiarto (Pembimbing)

Fakultas Ekonomi : Manajemen

@Universitas Esa Unggul.Jakarta.2013

ABSTRAKSI

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian J.co Donuts di Jakarta Barat. Dalam penelitian ini faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian ditinjau dari bauran pemasaran (7P).

Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah melakukan pembelian Jco Donuts dengan jumlah populasi yang tidak diketahui. Jumlah sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan Quota Sampling yaitu sebesar 100 Responden sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan kriteria usia minimal 17 tahun (dengan asumsi responden sudah dewasa dan dapat mandiri dalam memberikan jawaban). Sudah pernah membeli J.co Donuts dalam 1 Bulan Terakhir.

Penelitian ini dilakukan dengan metode pengumpulan data berupa Kuisioner dan wawancara. Sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Uji Validitas dan Reliabilitas untuk mengetahui pertanyaan – pertanyaan yang reliabel, kemudian menggunakan Skala Likert untuk mendeskriptifkan bobot nilai tanggapan konsumen untuk setiap pertanyaan yang ada di kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Faktor.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat faktor – faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian J.co Donuts di Jakarta Barat. Faktor – faktor tersebut masuk ke dalam 8 indikator antara lain : Penetapan Harga, Banyaknya Variasi Menu, Porsi Makanan Standar, Jam buka J.co Donuts, Adanya potongan harga, seragam yang digunakan karyawan, Dekat dengan pusat keramaian dan Secara Keseluruhan Layanan yang diberikan cukup baik. Sedangkan faktor yang paling dominan adalah indikator banyaknya Variasi Menu. Hasil pengolahan data SPSS 17 dalam uji Reliabilitas bauran pemasaran Cronbach’s Alpha Sebesar 0,892 sebanyak 27 pertanyaan sedangkam Uji realibilitas keputusan pembelian Cronbach’s Alpha sebesar 0,823 sebanyak 3 Pertanyaan sedangkan nilai KMO dalam Uji analisis Faktor sebesar 0,689 ≥ 0,5 maka nilai KMO diatas analisis faktor layak digunakan.

PENDAHULUAN

Perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa perlu menjaga kepuasan pelanggan untuk memaksimalkan laba dan menjaga keberlangsungan perusahaannya. Hal ini juga untuk memberikan kepuasan konsumen dalam produk yang dipasarkan. Persaingan dalam dunia usaha khususnya di bidang industri makanan semakin ketat, sehingga menuntut berbagai macam usaha untuk lebih kreatif dan inovasif agar dapat bertahan di persaingan.

Terlebih lagi di dalam globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat pesat, perusahaan dituntut untuk bersaing secara cermat dan tanggap dalam melihat peluang, acaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik itu perusahaan dalam posisi pemimpin pasar, maupun pengikutnya, maka dari itu persiapan dari segala jenis bentuk, terutama dalam segi teknis kualitas produk, harus diperhatikan dengan seksama. Sehingga persaingan yang semakin ketat tersebut, setiap usaha perlu meningkatkan kekuatan yang ada dalam perusahaannya dengan cara memunculkan perbedaan atau keunikan yang dimiliki perusahaan dibandingkan dengan pesaing untuk dapat menarik minat konsumen. menarik konsumen melakukan pembelian tidak hanya dapat dilakukan dengan memberikan diskon, door prize atau kegiatan promo lainnya. Menarik konsumen untuk melalukan pembelian juga dapat di lakukan dengan cara memberikan senyuman dan keramahan yang menyenangkan bagi konsumen pada saat di dalam toko, karena konsumen yang merasa senang diharapkan akan melakukan pembelian untuk dapat menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan, maka perlu memberikan kepuasan kepada konsumen.

J.Co Donuts yang menempatkan produknya sebagai produk internasional yang memiliki nilai lebih, maka donuts ingin menawarkan rasa donat yang berbeda kepada konsumennya yang di mana belum pernah dirasakan sebelumnya. J.Co donuts hadir dengan konsep donat yang sederhana,namun berhasil untuk memikat konsumen dan membuka gerai hingga kemanca negara. Pertumbuhanpun kian meningkat dari tahun ketahun. J.Co Donuts pertama kali didirikan pada tanggal 26 juni 2005 oleh PT. Johny Andrean Gruop di Mall lippo karawaci, Tangerang. Dalam waktu 6 bulan pembukaan pertamanya, J.Co Donuts berhasil menambah jumlah gerainya sebanyak 22 gerai di indonesia. Sampai dengan tahun 2010, J.Co Donuts telah memiliki 62 gerai di Indonesia dan 8 gerai di Singapur dan malaysia.

Kesuksesan J.Co Donuts telah mendapat pengakuan yang terbukti dari beberapa penghargaan yang telah diterima antara lain, “Best Marketing award” sebagai brand yang memiliki produk paling berinovasi di tahun pertama, “Best Donuts 2006“ oleh Free Magazine, The Integrated Marketing Strategy Champion 2008” Oleh SWA dan Markplus & Co dan Cakram Award 2008 sebagai “Break Trough Cempaign Category food & beverage”. Sebagai usaha food & beverage pada donut dan kopi, J.Co Donuts memiliki beberapa pesaing di antaranya, Big Apple Donuts & Coffee, Dunkin Donuts, I-Crave Donuts dan krispy kreme doughnuts coffee.

Sejak pertama kali dibuka J.Co Donuts membuat para konsumennya rela mengantri berjam-jam untuk mendapatkannya, antrian J.Co Donuts bisa mencapai bermeter-meter. J.Co Donuts berhasil mencuri perhatian konsumen sejak pertama kali dibuka karena menampilkan sesuatu yang berbeda dimana menghasilkan konsep Open Kitchen di mana konsumen dapat melihat secara langsung proses pembuatan donuts tersebut.

Rumusan Masalah

1. Apakah faktor – faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian J.Co Donuts?

2. Faktor apakah yang paling dominan dalam keputusan pembelian J.Co Donuts?

Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui Apakah terdapat faktor – faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian J.Co Donuts.

2. Untuk mengetahui faktor apakah yang paling dominan dalam keputusan pembelian J.Co Donuts.

Manfaat Penelitian

1. Bagi kalangan Akademis, semoga penelitian ini dapat bermanfaat dan di jadikan sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya.

2. Bagi penulis adalah untuk memperoleh pengetahuan serta penerapan ilmu – ilmu yang di perolehnya selama perkuliahan terutama di bidang pemasaran.

3. Bagi perusahaan adalah melalui hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan agar perusahaan dapat terus meningkatkan penjualan.

4. Menjadi bahan masukan yang berguna untuk meningkatkan kualitas.

5. Mengetahui nilai jual yang dimiliki sehingga memberikan kepuasan yang lebih kepada konsumen dan dapat tetap bertahan di dunia industri.

6. Dapat mengetahui perilaku konsumen dalam menentukan keputusan pembelian.

Tinjauan Teori

1. Bauran Pemasaran

Beberapa ahli memberikan bermacam – macam definisi tentang bauran pemasaran (marketing mix). Ia mengatakan bahwa : “marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objective in the terget market“ yang artinya bauran pemasaran adalah sekumpulan alat pemasaran (marketing mix) yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujun pemasaran dalam pasar sasaran.

menurut Santoso yang mendefinisikan tentang bauran pemasaran yang

mengatakan bahwa :“Pemasaran meliputi keseluruh sistem yang berhubungan dengan kegiatan–kegiatan usaha, yang bertujuan merencanakan,menentukan, menentukan harga, hingga mempromosikan hingga mendistribusikan barang– barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang aktual maupun yang potensial“.

Sedangkan Menurut Zeithaml and Bitner yang mendefinisikan tentang bauran pemasaran yang mengatakan bahwa: “marketing mix defined as the elements an organization controls the can be used to satisfy or communicate with customer. these elements appear as core decisions variables in any marketing text or marketing plan”.Yang artinya bahwa bauran pemasaran didefinisikan sebagai elemen organisasi yang dapat mengontrol dan digunakan untuk memuaskan atau berkomunikasi dengan pelanggan. elemen-elemen ini muncul sebagai variabel inti keputusan dalam setiap teks pemasaran atau rencana pemasaran.

Didalam hal ini berati bauran pemasaran jasa adalah elemen-elemen organisasi perusahaan yang dapat dikontrol oleh perusahaan dalam melakukan komunikasi dengan konsumen dan akan dipakai untuk memuaskan konsumen. berdasarkan definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa marketing mix merupakan unsur–unsur pemasaran yang saling berkaitan sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan pemasaran dengan efektif, sekaligus memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Seperti yang dikemukakan oleh Zeithaml dan Bitner bauran pemasaran jasa terdiri dari 7P yaitu produk (Product), harga (price), tempat (place), promosi (promotion), orang (people), fasilitas fisik (physical evidence) dan proses (process).Untuk menjangkau pasara sasaran yang telah ditetapkan, maka setiap perusahaan perlu mengelolah kegiatan pemasarannya dengan baik.Perusahaan harus dapat menyusun serta menggunakan controllable marketing variables, untuk mengantasipasi perubahan dari uncontrollable marketing variables, serta untuk mempengaruhi permintaan perusahaan.

2. Perilaku konsumen

Perilaku konsumen menurut James F. Engel et.al. yang berpendapat bahwa perilaku konsumsen mendefinisikan tentang :“Consumer behevior is defined as the acts of individuals directly in volved in obtaining and using economic good services including the decision proses that precede and determine these acts“.yang artinya bahwa perilaku konsumen yang didefinisikan sebagai tindakan–tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomi termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan– tindakan tersebut.

Menurut David L. Loundon dan Albert J. Della Bitta mengemukaan bahwa perilaku konsumen :“consumer behavior may be defined as decision procrss and physical activity individuals engage in when evaluating acquairing, using or disposing of good and services“.Yang artinya bahwa perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individual secara fisik yang dilibatkan dalam proses mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang – barang dan jasa.

Menurut Gerald Zaleman dan Melanie Wallendorf yang menjelaskan bahwa perilaku konsumen: “Consumer behavior are acts,proces and social relationships exhibited by individuals, group and organizations in the obtainment,use of, and consequent experience with products, services and other resources“. Yang artinya bahwa perilaku konsumen adalah tindakan– tindakan, proses, dan hubungan sosial yang dilakukan individu, kelompok dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan dan sumber – sumber lainnya.

Menurut Johan C. Mowen Michael minor mendefinisikan perilaku konsumen sebagai suatu studi tentang unit pembelian dan proses penukaran yang melibatkan perolehan, konsumen dan pembangunan barang, jasa, pengalaman serta ide–ide. Menurut Engel et al mendefinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan langsung untuk mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini. Sedangkan Kotler dan amstrong mengemukakan bahwa perilaku konsumen adalah “perilaku pembeli konsumen akhir, baik individual maupun rumah tangga yang membeli produk untuk konsumen personal. Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat di simpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan – tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang – barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan .

 

 

1. Variabel – Variabel dalam mempelajari Perilaku Konsumen

Ada tiga variabel dalam mempelajari perilaku konsumen yaitu, variabel stimulus, variabel respons dan variabel intervening. Hal ini sesuai dengan pendapatan David L. Louden dan Albert J. Della Bitta yang mengemukakan bahwa : “three classes of variables are involved understanding consumer

behavior in any of these specific situations :stimulus variabel, response variables and intervening variables

2. Proses pengambilan keputusan Pembelian

proses pengambilan keputusan pembelian terdiri dari lima tahap: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, pengevaluasian alternatif, keputusan pembelian dan perilaku setelah pembelian, dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Pengenalan Kebutuhan

Proses pembelian bermula dari pengenal kebutuhan. Pembeli merasakan adanya perbedaan anatar aktual dan sejumlah keadaan yang diinginkan.

b. Pencari Informasi

Tahapan proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen bergerak untuk mencari informasi tambahan, konsumen mungkin sekedar meningkatkan perhatian atau mungkin pula mencari informasi secara aktif

c. Pengevaluasian Alternatif

Pengevaluasi alternatif yakni cara konsumen memproses informasi yang menghasilkan berbagai pilihan mereka. Sayangnya konsumen tidak melakukan beberapa proses evaluasi dan tahapan proses keputusan pembelian dimana konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi berbagai merek alternatif di dalam serangkaian pilihan.

d. Keputusan Pembelian

Tahapan proses keputusan pembelian dimana konsumen secara aktual melakukan pembelian produk. Di tahap pengevaluasian, konsumen menyusun peringkat merek dan membantu kecenderungan (niat) pembelian. Secara umum keputusan pembelian konsumen akan membeli merek yang paling disukai, tetapi ada dua faktor yang muncul di antar kecenderungan pembelian dan keputusan pembelian. Faktor peertama adalah sikap orang lain dan sedangkan faktor kedua adalah faktor situasi yang tak terduga. Konsumen mungkin membentuk kecenderungan pembelian berdasarkan pada pendapatan yang diharapkan, harga, dan manfaat produk yang diharapkan. Namun, keadan tak terduga dapat mengubah kecenderungan pembelian.

e. Perilaku Setelah Pembelian

Tahapan proses keputusan pembelian konsumen melakukan tindakan lebih lanjut setelah pembelian berdasarkan pada kepuasan atau ketidakpuasan mereka. Pekerjaan pemasaran tidak berhenti pada saat produk dibeli. Setelah membeli produk, konsumen akan merasa puas atau tidak puas dan akan masuk ke perilaku pembelian yang penting diperhatikan oleh pemasar

 

 

 

1. Kerangka Pikir Penelitian

Setiap konsumen memiliki kebutuhan dan keinginan yng berbeda. Hal ini lah yang di tanggapi oleh pemasar. Untuk mengetahui apakah produk, harga, tempat, promosi, orang, sarana fisik dan proses dapat mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian J.co Donuts.

Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian J.Co Donuts.

Hasil analisis faktor dilakukan untuk menguji apakah produk, harga, tempat, promosi, orang, sarana fisik dan proses dapat mempengaruhi keputusan pembelian J.co Donuts. Oleh karena itu hasil analisis ini diharapkan dapat memberi gambaran keputusan pembelian. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menjadi masukan untuk Perusahaan J.co Donuts tersebut.

Dengan demikian kerangka pikir penelitian dapat dijadikan kedalam sebuah pola pikir dari gambaran yang dilihat sebagai berikut :

 

 

 

Kerangka Pikir Penulis

1. Hipotesis

Hipotesis menurut tatabahasa berarti suatu pernyataan yang kedudukanya belum sekuat sesuatu proposi atau dalil. Hipotesa atau dugaan sementara yang perlu dikaji kebenarannya dalam penelitian ini adalah :

a. Diduga faktor Produk ( Product), Harga (Price), tempat (Place), promosi (promotion), orang (people/partisipant), Fasilitas Fisik (physical Evidence) dan Proses (Process). merupakan faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian J.co Donuts.

b. Diduga faktor harga, Tempat, dan Fasilitas fisik adalah faktor yang paling dominan dalam keputusan pembelian J.co donuts.

METODELOGI PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian di lakukan kepada semua orang yang pernah melakukan pembelian J.Co Donuts di Jakarta Barat.

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah melakukan pembelian J.co Donuts dengan jumlah populasi yang tidak diketahui.Teknik pengambilan sampel yang diteliti adalah jumlah responden dari populasi dengan cara sebagai berikut :

jumlah item pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner tersebut, dimana dengan mengasumsikan n x 5 observasi.”Dalam penelitian ini, jumlah item pertanyaan dalam kuisioner adalah 25 item pertanyaan yang akan digunakan untuk mengukur 7 buah variabel, sehingga jumlah kuesioner yang digunakan adalah sebanyak 100 responden.

1. Quota sampling

adalah metode pengambilan sampel ini dilakukan jika populasi tidak diketahui jumlahnya sehingga peneliti harus menentukan sendiri jumlah sampel yang inginkan. Karena jumlah populasi tidak diketahui, maka Quota yang ditetapkan antara masing – masing obyek penelitian adalah 100 responden.

2. Judgment sampling atau purposive sampling

metode pengambilan sampel ini dilakukan jika peneliti melakukan pengambilan sampel berdasarkan keputusan dari peneliti sendiri,yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu.Responden yang di pilih adalah orang yang diperkirakan dapat menjawab semua pertanyaan dengan kriteria sebagai berikut :

a. Usia minimal 17 tahun (dengan asumsi responden sudah dewasa dan dapat mandiri dalam memberikan jawaban).

b. Sudah pernah membeli J.co Donuts dalam 1 bulan terakhir.

Skala Likert

Karena penelitian ini adalah mengetahui faktor yang menentukan maka digunakan skala likert, skala ini memberikan peluang untuk mengekspresikan perasaan dalam bentuk persetujuan karena dimungkinkan hasil berupa desimal, bobotnya adalah sebagai berikut:

Tabel Pembobotan skala Likert

Definisi Operasional Variabel

1. Produk ( Product )

Adalah Produk J.co Donuts yang menawarkan kepada konsumen berupa donuts dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan seperti: Banyaknya variasi menu, porsi makanan standar, dan kemasan produk menarik.

2. Harga ( Price )

Adalah sejumlah uang barang untuk membeli suatu kebutuhan atau keinginan kepada J.co Donuts seperti: penetapan harga, harga terjangkau, harga sesuai dengan kualitas dan potongan harga.

3. Tempat ( Place )

Adalah lokasi J.co Donuts yang merupakan tempat untuk manawarkan atau menjual barang untuk konsumen untuk digunakan maupun di konsumsi, seperti: persediaan selalu ada, dekat dengan pusat keramaian, dan lokasi mudah diakses.

4. Promosi ( Promotion )

Adalah promosi yang dilakukan oleh J.co Donuts mengenai barang – barang yang ditawarkan atau dijual kepada konsumen untuk digunakan atau di konsumsi, seperti mempunyai website khusus dan media social seperti (twitter dan facebook)

5. Partisipant ( Karyawan )

Adalah orang – orang yang terlibat secara langsung dalam proses penjualan J.co Donuts, seperti karyawan yang sedia dan siap membantu konsumen, ramah dan kesediaan membantu konsumen, seragam yang digunakan karyawan, dan simpatik dalam pelayanan.

6. Proses pelayanan ( process )

Adalah kegiatan yang menunjukan bagaimana pelayanan diberikan kepada para konsumen selama melakukan pembelian barang atau jasa seperti : ketepatan pembayaran, jam buka J.co Donuts, lamanya waktu pelayanan, dan secara keseluruhan layanan yang diberikan cukup baik.

7. Fasilitas ( physical evidence )

Adalah keadaan lingkungan fisik J.co Donuts sebagai tempat beroperasinya jasa penjualan barang – barang atau jasa kepada konsumen untuk digunakan atau maupun di konsumsi, seperti : Desain Interior / eksterior dan outlet tata ruang yang menarik dan tersedia semua fasilitas ( seperti wifi, AC, Music dan Smoking area).

8. Keputusan Pembelian

Adalah keputusan pembelian merupakan tindakan konsumen dalam membeli suatu produk atau jasa yang ditawarkan untuk konsumen, seperti : keputusan yang tepat dalam membeli J.co Donuts, keputusan terhadap produk yang dibeli dan tindakan untuk membeli produk kembali.

Variabel-variabel dalam penelitian ini yaitu :

a. Produk (X1)

1) Banyakan Variasi Menu (X1.1)

2) Porsi Makanan Standa (X1.2)

3) Kemasan produk menarik (X1.3)

b. Harga (X2)

1) Terdapat penetapan harga (X2.1)

2) Harga yang ditawarkan terjangkau (X2.2)

3) Harga sesuai dengan kualitas (X2.3)

4) Adanya potongan harga (X2.4)

c. Tempat (X3)

1) Persediaan selalu ada (X3.1)

2) Dekat dengan pusat keramaian (X3.2)

3) Lokasi Mudah diakses (X3.3)

d. Promosi (X4)

1) Promosi penjualan mempunyai website khusus (X4.1)

2) Media promosi melalui media Social (X4.2)

e. Partisipant (X5)

1) karyawan yang sedia dan siap membantu konsumen (X5.1)

2) ramah dan kesediaan membantu konsumen (X5.2)

3) seragam yang digunakan karyawan (X5.3)

4) simpatik dalam pelayanan (X5.4)

f. Proses (X6)

1) ketepatan pembayaran (X6.1)

2) jam buka J.co Donuts (X6.2)

3) lamanya waktu pelayanan (X6.3)

4) secara keseluruhan layanan yang diberikan cukup baik (X6.4)

g. Fasilitas fisik (X7)

1) Desain Interior / eksterior dan outlet tata ruang yang menarik (X7.1)

2) tersedia semua fasilitas seperti wifi, AC, Music dan Smoking area (X7,2)

h. Keputusan pembelian (Y1)

1) keputusan yang tepat dalam membeli J.co Donuts (Y1.1)

2) keputusan terhadap produk yang dibeli (Y1.2)

3) tindakan untuk membeli produk kembali. (Y1.3)

Metode Analisis Data

1. Uji Validitas

Uji Validitas adalah pertanyaan sampai sejauh mana data yang ditampung pada suatu kuisioner dapat mengukur apa yang diukur, dengan rumus teknik korelasi produtc moment pearson :

 


Keterangan :

r = korelasi respon product moment

n = jumlah data sampel

X1 = Variable terikat kualitas pertanyaan

X2 = Variabel terikat kepuasan pelanggan

Y = Variabel terikat loyalitas pelanggan

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah suatu bentuk pengujian terhadap kualitas data primer, dengan tujuan untuk mengukur konsistensi seluruh pertanyaan dalam penelitian. Cronbach Alpha adalah metode uji relibilitas untuk skala kuesioner interval dan ordinal. Adapun rumus cronbach’s alpha adalah sebagai berikut :

Keterangan :

r 11 = Reliabilitas intrumen

k = banyak butiran pertanyaan

t2 = variasi total

b2 = jumlah variasi butir

3. Analisis Faktor

Adalah suatu alat uji banyak variabel dimana untuk mengamati dan menganalisis suatu fenomena yang dapat dibuat suatu pola. Dengan rumus :

 


Dimana :

Xisj = Nilai standar X Ke-i pada Sel Ke-j

Xij = Nilai X Ke – i pada sel ke-j

= Rata – rata variabel ke – i

Dengan persamaan :

Fj = bjIXsI+bj2Xx2+bjkXsk ...................................................

Keterangan :

Fj = Skor Faktor ke - j

bj = Koefisien sektor faktor ke-j

Xsk = variabel ke – k yang telah di standarisasi

a. KMO dan Barlett’s Test

Kesimpulan tentang layak – tidaknya analisis faktor dilakukan, baru sah secara statistik dengan menggunakan uji kaisaer meyer olkin (KMO)measure of adequency and berlett Test of speriecity. KMO uji nilainya berkisar antara 0,5 sampai 1,0 ini mempertanyakan kelayakan (appropriatness) analisis fakor. Sebagai berikut :

“Analisis faktor layak dilakukan dan sebaliknya bila KMO dibawah 0,5 analisis faktor tidak layak dilakukan.”

Tabel Nilai KMO

b. Nilai – Image Matriks.

Untuk menentukan variabelmana saja yang layak digunakan dalam analisis lanjutan. Pada tabel tersebut ada kode “a” yang artinya tanda untuk measure of sampling adequacy (MSA)

c. Total Variance Explaind.

Menunjukan nilai masing – masing variabel yang dianalisis setiap faktor mewakili variabel – variabel yang dianalisis. Kemampuan setiap variabel yang dianalisis ditunjukan oleh besarnya varians yang dijelaskan yang disebut dengan eigenvalue.

d. Rotated Component Matrix.

Menunjukan bahwa variabel yang dapat dikelompokan menjadi faktor – faktor.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Hasil Uji Validita

Analisis :

Dengan menggunakan tabel nilai kritis untuk korelasi r person - moment dengan n = 30, nilai α 0,05% dan interval kepercayaan 95% maka didapat r tabel = 0,361. Dari 25 indikator pertanyaan pada tabel 5.1 maka didapatkan 25 indikator pertanyaan tersebut valid.

  1. Uji Reliabilitas

Hasil untuk semua uji reliabilitas untuk semua indicator pertanyaan rumus Cronbach,s Alpha pada bauran pemasaran adalah 0,892 sedangkan untuk reliabilitas keputusan pembelian adalah 0,823. Hal ini menunjukan bahwa semua pertannyan- pertanyaan yang terdapat dikoesioner tersebut sangat reliabel.

  1. Uji Faktor

Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian J.Co Donuts dan untuk mengetahui faktor apakah yang paling dominan dalam keputusan pembelian J.Co Donuts.

a. Nilai KMO

Analisis :

Bisa dilihat bahwa dengan munggunakan uji Kaisear Meyer Olkin (KMO) nilainya berkisar antara 0 sampai 1 ini mempertanyakan kelayakan analisis faktor. Apabila nilai tertinggi berkisar antara 0,5 sampai 1,0, analisis faktor layak dilakukan dan sebaliknya bila KMO dibawah 0,5 analisis faktor tidak layak dilakukan. Karna nilai KMO diatas adalah 0,689 dan > 0.05 maka nilai KMO diatas Bagus atau bisa dikatakan analisis faktor layak digunakan.

b. Nilai – Image Matrices / MSA

Analisis :

bisa dilihat nilai – image matrices atau pada tabel disebut dengan nilai Measure of Sampling Adequency (MSA) ditandai dengan huruf ‘a’. Dapat dilihat bahwa variabel yang layak dianalisis adalah nilai msa lebih dari 0,05. Bila dibawah 0.05 maka nilai MSA ditolak atau tidak layak. Dari data hasil analisis diatas bisa dilihat semua nilai MSA > 0.05 dan terdapat nilai MSA yang di tolak karena nilai MSA < 0.05 maka pertanyaan tersebut harus di keluarkan.

c. Total Variance Explaind.

Analisis :

bisa dilihat bahwa total variance explaind atau kemampuan setiap variabel yang dianalisis ditunjukan oleh besarnya varians. Apabila eigenvalue diatas 1.0 maka itulah yang akan terbentuk menjadi faktor-faktor, dilihat dari 22 indikator pertanyaan yang ada yang eigenvalue diatas 1.0 ada 8 dari jadi faktor yang terbentuk dari 22 indikator pertanyaan adalah 8 faktor.

d. Rotasi dengan rotasi varimax.

Faktor yang terbentuk:

  1. Dengan nilai eigenvalue 5.012 dinamakan faktor faktor Penetapan harga, kualitas, simpatik dan desain
  2. Dengan nilai eigenvalue 1.751 dinamakan faktor produk, tempat dan fasilitas fisik
  3. Dengan nilai eigenvalue 1.592 dinamakan faktor Produk dan harga
  4. Dengan nilai eigenvalue 1.371 dinamakan faktor Promosi, proses dan partisipant
  5. Dengan nilai eigenvalue 1.296 dinamakan faktor Harga dan Tempat
  6. Dengan nilai eigenvalue 1.097 dinamaka faktor Partisipant, Proses dan fasilitas.
  7. Dengan nilai eigenvalue 1.094 dinamakan faktor Dekat dengan pusat keramaian
  8. Dengan nilai eigenvalue 1.041 dinamakan Promosi, Partisipant dan Proses pelayanan

Faktor yang dominan dalam mempengaruhi Keputusan pembelian J.co Donuts dengan melihat nilai Eigenvalue : Faktor kedua dengan nilai eigenvalue 5.012 Maka faktor yang dominan yang mempengaruhi keputusan pembelian J.co Donuts adalah Faktor kedua dengan nilai eigenvalue 5.012, yaitu faktor Produk, tempat dan fasilitas fisik adalah faktor yang paling dominan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan uraian pembahasan yang telah jelaskan pada bab sebelumnya maka penulis dapat menarik kesimpulan dan sasaran sebagai berikut :

  1. Berdasarkan hasil analisis faktor terbentuk 8 faktor yang menentukan keputusan pembelian J.co Donuts di Jakarta Barat antara lain : adanya penetapan harga, Kualitas, Simpatik dan desain, Produk, Tempat dan Fasilitas Fisik, Produk dan Harga, Promosi, Proses dan Partisipant, Harga dan Tempat, Dekat dengan pusat keramaian, Promosi, Partisipant dan Proses Pelayanan.
  2. Berdasarkan hasil yang ada 1 faktor yang sangat dominan mempengaruhi keputusan pembelian J.co Donuts di Jakarta Barat, diantaranya foaktor kedua yang beranggota 4 dimensi yaitu Produk, tempat dan fasilitas fisik.

DAFTAR PUSTAKA

Arinto, Rita Budiarto dan Nina Sutyaningsih, pengantar Analisis Multivariat Dengan SPSS 12, Salembak infotek, Jakarta, 2005.

A. A. Anwar Prabu Mungkunegara, Perilaku Konsumen, edisi revisi, PT. Refika Aditama, Bandung, 2005

Bilson Simamora, Analisis Multivariat Pemasaran, PT. Gramedia Pustaka utama, Jakarta, 2005.

Hurriyanti Ratih, M. SI, Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen, Alfabeta, Bandung, 2005

Hendri sukotjo dan Sumanto Radit A., Analisia Marketing Mix-7P (Product, Price, Promotion, Place, Partisipant, Process dan physical evidence) terhadap keputusan pembelian product Klinik Teta di Surabaya, Oktober 2010.

Husein Umar, Metode Riset Perilaku Konsumen Jasa, Ghalia Indonesia,

Jakarta, 2003.

__________, Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen, Cetak 4, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005.

Naresh K Moholtra , Riset Pemasaran Pendekatan terapan, edisi keempat, jilid 1, Jakarta, PT. INDEKS, kelompok Gramedia, 2005.

Kotler Philip dan Lane Kevin Kotler, Manajemen Pemasaran, Edisi 12, Jilid 1, PT. Macanan Jaya Cemerlang, Jakarta, 2008.

Rina Anindita dan Hasyim, Prinsip – Prinsip dasar metode riset dalam pemasaran, UIEU Universitas, Jakarta, 2009.

Setiadi J Nugroho, Perilaku Konsumen, Prenada media, Jakarta, 2003.

Ronny Kountur, D.M.S.Ph. D, Menguasai Riset Pemasaran, PT. Mitra kerjaya, Jakarta, 2008.

Tjiptono Fandy, Strategi Pemasaran, edisi III Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2007.

Udin Rinaldi, Pengaruh Bauran Pemasaran 7P Terhadap Keputusan Berbelanja di Swalayan, Fakultas ekonomi universitas panca bhakti, DIKTI No.43, 2008.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 
free pokerfree poker

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini36
mod_vvisit_counterKemarin203
mod_vvisit_counterMinggu ini614
mod_vvisit_counterBulan ini4237
mod_vvisit_counterSemua60425